Klinik Tumbuh Kembang

Ruang Diskusi Tumbuh Kembang dan Nutrisi Balita

Terlambat Bicara ?

with 8 comments

Pak Alfirdausi menanyakan

Anak saya sekarang 20 bulan. Hingga usia 12 bulan perkembangannya sangat baik.Berat lahir 3,5kg, panjang 52. Usia 12 bulan beratnya 12. Pada usia 13 bulan dia sakit batuk pilek, sampai harus inhalasi dan minum obat-obatan dari dokternya. Kurang lebih hampir 1 bulan baru kondisinya pulih. Tapi sejak itu, nafsu makannya makin berkurang, bahkan sampai saat ini sangat susah. Hanya ASI saja yang masih terus. Kemampuan bicaranya sebelum sakit sudah bisa mama,papa, dadah, bobo..tapi setelah sakit itu dia cuma bisa mam dan hanya ah.uh saja kalau bicara. Padahal dia sudah mengerti kalau diperintah, sudah tahu nama-nama benda kalau diminta untuk menunjukkannya. Tapi yang saya khawatirkan kemampuan bicaranya tidak bertambah. Juga berat badannya stagnan.setelah sakit turun menjadi 11 kg hingga saat ini.sedangkan TB nya sekarang 89 cm. Kemarin saya cek ke dokter untuk mengetahui perkembangan bicaranya. Dokter menyarankan untuk tes bera. Tapi belum saya lakukan. Sebenarnya kondisinya sekarang kira-kira apa ada pengaruh dari proses pengobatan ketika dia sakit kemarin ya ? trimakasih atas tanggapannya
oh,ya saya lupa kasih tahu.anak saya laki-laki. namanya zaheed. hasil kpspnya, hanya no 2 saja yang tidak. yang lain semua sudah dapat dilakukan.sekarang nafsu makannya masih kurang. kata dokternya dia juga diminta untuk terapi wicara. menurut dokter, kondisi kesehatan fisiknya sekarang sesuai anak seusianya? trus, apa ada gangguan pencernaan yang akibatkan nafsu makannya berkurang ? trimakasih banyak nih

Pak Alfirdausi

Ada beberapa penyebab keterlambatan bicara. Saya suka artikel yang dibuat mba Jacinta, versi lengkapnya bisa di download disini.

Sekarang khusus Tumbuh Kembang ..

Zaheed masih masuk dalam batasan yang oleh praskrining diijinkan untuk ditangani di tingkat  keluarga terlebih dulu. Kenapa saya berpendapat begitu? Karena perkembangannya baik (9-10) menurut cara ini yang harus kita lakukan sekarang adalah mengintervensi aspek no 2 itu yaitu bicara dan bahasa. Meski saya tidak tahu sudah berapa lama bapak-ibu mengkhawatirkan kondisi ini. Saya rasa ada baiknya kita mulai dari sekarang.

Teknik pemberian intervensi adalah mundur 1 step dari kelompok usia, dilakukan 2 minggu efektif dan dinilai lagi setelah masa dua minggu tersebut. Jadi untuk Zaheed intervensi terhadap gangguan pada aspek bicara dan bahasa di umur 18-24 adalah dengan meneruskan semua stimulasi untuk usia 18-24 bulan dan menambahkan stimulasi aspek bicara dan bahasa pada usia 15-18 bulan.

Stimulasi Aspek Bicara dan Bahasa untuk Zaheed

Jadi untuk Zaheed stimulasi yang diberikan adalah :

Stimulasi yang perlu dilakukan :

  • Bernyanyi, bercerita dan membaca sajak-sajak untuk anak. Ajak agar ia mau ikut serta.
  • Bicara banyak-banyak kepada anak, gunakan kalimat-kalimat pendek, jelas dan mudah ditiru anak. Setiap hari, anak dibacakan buku.
  • Dorong agar anak anda mau menceritakan hal-hal yang dikerjakan dan dilihatnya.
  • Melihat acara televisi. Biarkan anak melihat acara anak-anak di televisi. Bedanya dengan yang disebutkan Mba Jacinta adalah dampingi anak dan bicarakan apa yang dilihatnya. Pilih acara yang bermutu dan sesuai dengan perkembangan anak dan batasi agar anak melihat televisi tidak lebih dari 1 jam sehari.
  • Mengerjakan perintah sederhana, mulai memberi perintah kepada anak. Tolong bawakan kaus kaki merah”, ATAU “Letakkan cangkirmu di meja”. Kalau perlu tunjukkan kepada anak anda cara mengerjakan perintah tadi, gunakan katakata yang sederhana.
  • Bercerita tentang apa yang dilihatnya dengan memperlihatkan sering-sering buku dan majalah bergambar kepada anak. Usahakan agar anak mau mencerita-kan apa yang dilihatnya.

Pak Alfirdausi dan Bunda Za, usahakan hal ini dilakukan 2-4 jam sehari bergantian namun tidak harus menjadwalkan khusus dan tidak boleh terasa seperti memberikan pelajaran. Dalam 2 minggu stimulasi efektif kemudian diukur lagi dengan KPSP 18 Bulan. Memang ada baiknya mengunjungi rehabilitasi medik yang bisa melaksanakan terapi wicara. Kadang-kadang kita bisa diajarkan teknik-teknik tertentu. Tapi kembali lagi pelakunya sebaiknya adalah orangtua.

Kembangnya sudah, tumbuhnya meskipun masih dalam batas normal namun pola tumbuh sepertinya sudah masuk kelompok T. Coba gunakan alat ini. Untuk melihat keadaan sekarang bisa download file excel tersebut, masukkan indikator pengukuran dan lihat hasilnya tiap bulan. Untuk kewaspadaan dini bisa menggunakan KMS, dan memantau pola tumbuh.

Untuk status gizi Zaheed saat ini :

zaheed

Jadi secara status gizi memang masih terhitung sebagai gizi baik. Meskipun juga harus kita waspadai. Terbukti dari BB/TB (status gizi untuk kondisi akut) dengan menggunakan %median statusnya Kekurangan Energi Protein ringan. Bunda Za, kita sudah harus mulai memperhatikan asupan protein dan karbohidrat untuk Zaheed. Apakah cukup? Apakah sudah beragam?

Tentang proses pengobatan sepertinya tidak. Sepanjang pengetahuan saya Zaheed sudah berinteraksi, bila yang dimaksud adalah obat-obatan yang membuat anak tidak bicara adalah autism, rasanya terlalu mendadak. Kalau yang mengganggu pendengaran ada beberapa antibiotik, tapi proses yang dilalui mungkin gangguan pendengaran dulu. Dan obat yang jumlahnya hanya sedikit itu jenisnya rasanya sudah diketahui oleh semua dokter, bahkan di pkm kami saya sosialisasikan pada perawat.

Untuk selanjutnya saya mengharap bapak ibu terus mengkonsultasikan Zaheed ke DSA, terutama yang menangani tumbuh kembang anak. Tentang Tes Bera kemungkinan karena dokter yang bersangkutan memang mencari penyebab dari sana.

Sementara itu dulu pak Alfirdausi, saya akan sibuk sekali beberapa minggu ke depan ini, karena terjadwal beberapa pelatihan dan pertemuan di Surabaya dan juga menunaikan tugas saya sebagai ketua HKN. Bila masih ada yang ingin bapak tanyakan silahkan saja pak. Demi anak sebaiknya kita orangtua yang paling tahu.

Salam.

ASI, air susu ibu, keuntungan, kelebihan

post ini dibuat dengan windows live writer ® sebagaimana dapat anda temukan di blog puskesmas | opm | bljrblog | balita | hkn | idi

PS :

Ternyata saya keburu masuk dalam kesibukan yang saya khawatirkan itu. Post ini sudah dibuat nyaris 2 minggu yang lalu, ketika saya datang dari Surabaya ternyata Speedy-nya yang error 2 hari dan saya masuk lagi dalam kesibukan lain. Mohon maaf bila tidak up to date lagi. Salam saya untuk keluarga.

Written by draguscn

25 November 2008 pada 21:48

Ditulis dalam anak sakit, baduta

Ditandai dengan ,

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Terima kasih banyak atas tanggapannya di sela-sela kesibukan mengurus ummat manusia yang Insya Allah jadi lahan bapak-ibu menabung amal akhirat kelak.

    Isnya Allah kami akan coba terapkan pada anak kami sekaligus melanjutkan pantauan terkait tumbuh kembang mereka.

    KAmi sekeluarga mengucapkan Jazakumullah khayran jaza.

    alfirdausi

    27 November 2008 at 23:10

  2. Pak Alfirdausi sekeluarga ..
    Harapan kami pun sama.
    Semoga bermanfaat untuk Zaheed dan Za. Dan bagi kami sebagai tambahan ilmu
    Syukron katsir wa jazakumullahu khairon ahsanal jaza

    draguscn

    27 November 2008 at 23:26

  3. Pak Alfirdausi
    Saya juga mempunyai seorang keponakan yang berumur hampir 4 tahun belum bisa berbicara baru mama maem, kalau minta sesuatu hanya menunjukan apa yang dia mau atau dengan isarat.Pada waktu umur 9 bulan sering batuk pilek terakhir umur 14 bulan panas sampai 40 dc,mengalami kejang meski tidak lama.Kami bawa ke dokter THT hasil pemeriksaan kondisi pendengaran,hidung,dan pita suaranya utuh disarankan menjalani ct scan tpi kami belum melakukan ct scan.Nama ponakan saya mutiara azzahra.Alhamdulillah setelah kami mengikuti saran teman untuk memasukan dia ke sekolah tk sekarang dia sudah mulai mau menirukan satu dua kata meskipun belum jelas.

    dyah purnami

    4 September 2009 at 14:14

  4. Mba Dyah terimakasih sharingnya .. semoga Mas Alfirdausi juga melihat respond ini ..

    Untuk Mutiara ada baiknya terus dikonsulkan secara intensif .. bila masih ada harapan bisa meniru sedikit itu berarti masih bisa untuk mengejar pada kemampuan optimalnya .. mumpung masih balita pada saat ini otaknya masih menuju 95% volume otak .. itu biasanya bersama dengan bertambahnya kemampuan2..

    Dr. Agus CN

    draguscn

    10 September 2009 at 7:31

    • Dr agus, saya ingin menanyakan tentang pertumbuhan anak saya. Anak saya laki laki, sekarang berusia 11 bulan. Anak saya belum bisa duduk sendiri, ia dapat duduk apabila diberikan sandaran. Anak saya juga blom bisa merangkak. Ia bergerak dengan cara berguling. Kata-kata yang dapat ia keluarkan a…bu..a bu bu…Yang ingin saya tanyakan, apakah pertumbuhan anak saya masih dianggap wajar? O..iya satu hal lagi, anak saya diasuh oleh ibu saya (karna saya bekerja). Ibu saya selalu memasukkan anak saya ke dalam ayunan. Apakah keterlambatan motorik anak saya ada pengaruhnya karna kurang stimulasi? mohon penjelasannya dok. Terima kasih.

      celined

      19 Oktober 2009 at 1:39

    • Bu Celined, bisakah saya minta ibu untuk mencoba melihat KPSP (kuesioner Praskrining Perkembangan) untuk anak usia 9 bulan dulu disana ada 10 pertanyaan, jawab itu setelah itu kita lanjutkan diskusinya. :D

      draguscn

      29 Oktober 2009 at 2:17

  5. Dr Agus, saya ingin menanyakan tentang pertumbuhan anak saya, anak saya laki-laki kembar sekarang berusia 25 bulan, dia belum bisa bicara jelas seperti pada anak umumnya, bicaranya belum bisa diartikan masih asal-asalan (ngoceh) tapi dia kalau kepengen sesuatu dia narik tangan siapa aja yang bisa bantu, klo diajak ngobrol dia tau, tapi kecenderungan agak cuek,, anaknya gabisa diem, klo lihat tv gerak terus,tapi kadangkala dia berbicara reflek (bobok,sudah,mama,papa,mbak,mbah,makan,roti). tapi kalau disuruh ngulangi lagi dia cuek, dia juga kalau dipanggil mendekat. apakah mungkin faktor keturunan juga, kedua kakak ipar saya anak2nya bisa bicara umur 3 tahun. Kenapa ya dok dengan anak saya? apakah dia punya kelainan? Mohon penjelasannya dok.Terimakasih

    nely lidyasari

    28 Oktober 2009 at 9:55

    • Untuk kenapanya saya rasa kita harus melakukan cukup banyak pemeriksaan baru mendapatkan masalahnya ada dimana. Tapi TV untuk beberapa ahli tumbuh kembang bisa kita jadikan tersangka. Anak yang terlalu sering lihat TV bukannya tambah pinter karena meniru hal yang ada di TV tapi malah “kekenyangan” sehingga ngga mau belajar. Tapi ini tentu saja bila terlalu lama nontonnya.
      Setiap anak, bahkan pada kembar itu perkembangan bisa sangat variatif, apalagi terhadap orang lain. Bu Nely sebaiknya tidak membandingkan dengan anak lain. Ini akan berujung stress nantinya.

      Yg perlu kita lakukan adalah mengetahui perkembangannya apa sesuai atau tidak dulu. Secara sederhana KPSP 24 bulan bisa dicoba. Setelah itu dilihat dimana dia belum bisanya.
      Selanjutnya aspek kebahasaan dari sini bisa dicoba untuk diterapkan .. atau mundur lagi ke tahapan umur sebelumnya.

      Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah – berhubung saya tidak bs lihat langsung – ada banyak kemungkinan bisa terjadi pada anak yang terganggu bicara bahasanya. Makalah mba Jacinta diatas bisa dijadikan bahan bacaan. Dan konsultasi bisa juga didapatkan di klinik tumbuh kembang di RS-RS pendidikan dokter seperti di Surabaya – Unair dan Jakarta – UI. Sebisanya konsultasi ke divisi tumbuh kembang ini sebelum usianya 3 tahun. Demikian dulu sebagai pengantar. :-)
      Salam

      draguscn

      29 Oktober 2009 at 2:41


Tinggalkan Balasan